Kemitraan Atau Mandiri Dalam Beternak Puyuh

Kemitraan Atau Mandiri Dalam Beternak Puyuh

Tahun 2007 adalah titik awal pertemuan saya dengan beberapa peternak senior yang sudah puluhan tahun beternak....
Saya selalu sharring tentang masalah penjualan, pembibitan, harga telor dan kisah sukses para bandar telor dan cikal bakal berdirinya pt.peksi...
Faktor harga telor, harga pakan, afkiran dan faktor virus selalu saya diskusikan bersama mereka... Banyak sekali faktor yang terkait dari hulu sampai hilir dalam peternakan puyuh yang saya dan mereka diskusikan...
Hari terus melaju dan seiring waktu ada beberapa peternak puyuh yang mulai minta dijualkan kepada saya...

Sebagai pedagang asongan tentu saya senang karena dapat tambahan telor dari mereka...
semakin hari semakin banyak telor yang memaksa saya untuk menjualnya kepasar....
sebagai ternak yang tidak tau harga pasar yang fluktu-aktif menjadi kendala karena harga jual yang tidak seimbang dengan biaya pakan yang dikeluarkan...
Ketika melihat pasar dan rutinitasnya selalu menjadi pikiran saya betapa enaknya klo saya bisa seperti mereka...
melihat kenyataan yang ada dan rumitnya untuk mempelajari dari hulu sampai hilir dalam peternakan puyuh saya selalu berdiskusi dengan senior saya yang telah puluhan tahun beternak puyuh....
tentang beberapa kendala kegagalan peternak dan berdirinya pt.peksi.
merasa sebagai orang yang hanya lulusan SMP maka satu-satunya jalan adalah saya banyak membaca berbagai buku untuk bisa sukses.

ketika membahas tentang cikal bakal berdirinya pt.peksi gunaraharja tentang kemitraan, teman saya tidak mau untuk mengikutinya.
berbekal semangat 45' dan rasa tanggung jawab maka mulailah saya belajar kemitraan.
dengan modal pas-pasan saya langsung action......!!!
Dalam tahun pertama alhamdulilah utang dibank jadi nambah sebagian mitra berhenti dan bon pakan pun ikut melayang....
Namun saya bukanlah tipe pecundang yang gampang menyerah...
untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat tentu bukan hal mudah dalam mencari telor puyuh...
sambil mencari suplayer dan tidak mengecewakan pelanggan terpaksa saya sering belanja telor peksi dan menjualnya lagi dengan harga 10.000 / ikat lebih murah...
yaaa... memang secara finansial saya rugi..!
namun secara mental saya menang karena pelanggan bertambah...
Untuk menutup kerugian saya, saya berdagang asongan dan dagang disekolah-sekolah dasar lebih semangat...
Sesama pedagang disekolah saya selalu bercerita tentang mimpi saya untuk dikenal semua orang, untuk membangun perusahaan peternakan puyuh dan saya selalu ditertawakan....
60% yang bermitra sama saya berhenti dengan meninggalkan nota bon pakan seolah tanpa salah....
Yaaa... teman saya sering tertawa juga mendengar cerita saya...
dan yang paling parah adalah ketika saya terpaksa meminjamkan uang kepada teman sekaligus mitra sebesar 15 juta, padahal udah saya kasih tau bahwa itu baru saya dapatkan dari pinjaman bank...
singkat kata teman saya pergi entah kemana dan keluarganya pun tidak dapat bertanggung jawab....
kepada allahlah saya mengadu semuanya....
saya yang tadinya hanya pake sepeda motor untuk mengirim pakan ataupun menjual telur terpaksa mengambil kredit roda tiga CATOR.
dibalik kerugian saya, dengan adanya internet masuk hape saya mulai menjual online dan alhamdulilah rejeki bertambah....

dalam pemenuhan kebutuhan telur saya mendapat suplay dari jawa tengah ataupun timur....
dalam perjalananya kadang ada suplayer yang mau enaknya saja, namun sebagian menjunjung tinggi kualitasnya...
Diawal mencari suplayer karena orang baru kadang suka tertipu dan uang DP melayang...
Namun seiring waktu nama saya mulai dikenal dan mendapat kepercayaan untuk melakukan pembayaran setelah telor habis terjual...
melewati sebuah proses memang sangat berat dan kadang mematahkan semangat...
namun yakinlah bahwa apapun yang menimpa kita adalah karena kita sebenarnya mampu untuk melewatinya...
Saya adalah orang yang merasakan titik-titik diambang batas itu, dan tau betul bagaimana rasanya uang yang macet dipelanggan...
Dengan apa yang saya rasakan itu makanya saya berusaha maksimal untuk tepat janji terhadap suplayer saya, walaupun kadang sedikit mundur dari waktu yang ditentukan...

Yaaa... mayoritas pasar ingin bayar setelah telor habis, dan mayoritas peternak ingin telor dibayar cash malah mayoritas ingin dikasih bon pakan...

dalam realitanya sekitar 20% pasar ada yang macet, dan sekitar 30% peternak berhenti dengan meninggalkan bon pakan atau utang...
Namun saya selalu berbesar hati, sebab tidak akan masuk surga orang yang meninggalkan utang sampai utang tersebut dibayarkan...
alhamdulilah dengan komitmen yang tinggi dengan tanggung jawab penuh saya terus maju dan melangkah dengan pasti...
sementara mereka yang dulu menertawakan saya tetap begitu karena tidak mau merubahnya...
 peternak dan pasar yang berhutang dengan tidak ada komunikasi untuk niat mau bayar mayoritas usahanya jatuh dan terpuruk...
itulah yang terjadi dan aku alami...
mungkin ini bentuk keadilan tuhan atau entah apa....
tapi itulah yang terjadi....
semoga bermanfaat

Dapatkan panduan lengkap menuju kesuksesan dalam beternak puyuh dari hulu sampai hilir hanya dengan MENGKLIK DISINI 
RUDI PUYUH INDRAMAYU
Whatshap: +6285318290909
Nomor Kontak / SMS: 085776290909 / 087828852803
BBM: D533351E
Back To Top